x

Cerita Tentang Kegagalan

3 minutes reading
Thursday, 28 Nov 2024 01:04 0 368 Irene Mega Mellyana

Sebenarnya dalam hidup ini tidak ada secara mutlak yang sering kita sebut sebagai kegagalan. Namun karena manusia memberikan intepretasi tertentu terhadap suatu kejadian yang dialami dalam hidupnya maka mereka memberi nama kejadian yang tidak baik itu dengan label “kegagalan”. Kita sebagai manusia cenderung menghindar dari kegagalan dengan memunculkan rasa takut dan tidak pernah mencoba. Bayangan hasil akhir tentang kegagalan telah mengontrol kita untuk tidak bertindak. Secara tidak sadar, kegagalan itu hanya permainan pikiran atau khayalan kita.

 

Kita bisa mengibaratkan kegagalan itu hanya permainan peluang. Misalnya seorang dokter ahli bedah yang telah berkarir lama selama 20 tahun lebih, namun pada suatu hari dia mengalami insiden tidak mengenakkan dalam operasi. Karena dokter terebut percaya dengan kegagalan maka dokter tersebut merasa bahwa dirinya telah gagal dan terus memikirkannya. Hingga sampai dokter tersebut pensiun, dokter ahli bedah tersebut terus memikirkannya hingga membuat dirinya menjadi depresi. Padahal jika kita lihat bagaimana karirnya selama 20 tahun lebih, itu jauh lebih bagus dari pada hanya membuat 1 kali kesalahan. Kita bisa lihat bahwa apa yang dilakukan dokter tersebut bukanlah suatu kegagalan, melainkan peluang kesalahan yang bisa saja terjadi. Dokter tersebut sudah tidak diragukan lagi keahliannya. Namun pikiran tentang kegagalan itu hanyalah khayalan yang ada di otaknya.

 

Itulah yang juga sering terjadi pada diri kita secara tidak langsung. Apa pun yang kita pikirkan tentang diri kita baik itu salah atau pun benar, maka otak manusia akan mencari alasan untuk membenarkan kedua pandangan tersebut. Sehingga pikiran kita sangat meyakinkan. Ketika kita berpikir telah gagal atau telah salah, maka pikiran kita meyakinkan ke diri kita bahwa itu adalah benar.

 

Menjelaskan kegagalan adalah bagian yang juga paling sulit karena itu adalah hal yang lazim diberikan pada lingkungan kita. Tidak bisa dipungkiri dari contoh diatas, dokter tersebut memang melakukan kesalahan atau kelalaian, namun atas kesalahan atau kelalaian tersebut harusnya bisa digunakan untuk bahan belajar menuju kebenaran dan perbaikan. Ketika terus memikirkan kegagalan akan membuat kita tetap di tempat tanpa bergerak maju menghadapinya. Hanya ada dua pilihan, tetap memikirkan hal itu atau terus maju melanjutkan kehidupan dan belajar dari kesalahan menuju perbaikan.

 

Sama seperti kalian yang mengharapkan sesuatu hal akan cita-cita atau capaian yang besar. Ketika usaha telah dilakukan, doa telah dilangitkan, dan semua waktu serta tenaga telah tertuju pada tujuan maka kalian harus bersiap untuk menyerahkan segala hasilnya pada Tuhan. Ketika kalian belum mencapai apa yang kalian inginkan artinya alam semesta menyiapkan sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian harapkan.  Dengan menyerahkan hasil kepada Tuhan, artinya kalian telah hidup menjadi manusia seutuhnya karena dengan cara tersebut kitab bisa hidup bahagia dan penuh syukur tanpa melawan arus dari yang tidak bisa kita kendalikan yang bernama takdir.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x