x

Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa PLB dalam Mengembangkan Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka

2 minutes reading
Wednesday, 23 Oct 2024 17:03 0 317 Murtiasih Murtiasih

Pendidikan inklusif memerlukan perangkat pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan anak berkebutuhan khusus (ABK). Di Universitas Negeri Malang, mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) mendapatkan pelatihan intensif untuk mengembangkan modul ajar dan proyek yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik ABK. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa PLB dalam merancang perangkat pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.

Pelatihan ini dirancang khusus untuk mengasah kemampuan siswa dalam mengembangkan modul terbuka dan proyek pembelajaran berdasarkan kebutuhan individu. Seluruh kegiatan dilakukan di lingkungan kampus dengan melibatkan dosen dan civitas akademika. Pelatihan tidak hanya terfokus pada teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk praktik langsung. Keberhasilan pelatihan diukur melalui evaluasi pre-test dan post-test untuk melihat peningkatan pemahaman mereka. Selain itu, produk akhir berupa modul terbuka dan proyek dinilai secara mendalam untuk memastikan relevansi dan efektivitasnya.

Adanya pengembangan perangkat pembelajaran secara kolaboratif ini berhasil menghasilkan modul dan proyek yang inovatif dan aplikatif, selaran dengan prinsip sinkronisasi merdeka, serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajaar dan pengembangan perangkat. Uji coba dari perangkat ini menampilkan peningkatan signifikan dalam partisipasi siswa yang aktif. Mahasiswa PLB menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan dalam penerapan konsep-konsep yang dipelajari.

Pengembangan perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi mahasiswa PLB di Universitas Negeri Malang. Keterlibatan siswa dalam proses pengembangan memungkinkan perangkat yang dihasilkan lebih relevan dengan kebutuhan mereka, serta mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif.

Mahasiswa tidak hanya belajar membuat modul terbuka, tetapi juga memahami esensi dari pendidikan yang fleksibel dan terfokus pada kebutuhan individu, sebagaimana yang diharapkan dalam Kurikulum Merdeka. Meskipun hasilnya menjanjikan, penelitian ini menekankan pentingnya evaluasi keberlanjutan dan pelatihan tambahan bagi dosen. Langkah ini diperlukan untuk menjaga kualitas dan konsistensi penggunaan perangkat pembelajaran dalam jangka panjang, memastikan sekaligus perangkat ini terus berkembang mengikuti perubahan kebutuhan siswa dan perkembangan kurikulum.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x