Sumber: Pinterest Semua orang pasti pernah masih menyisakan marah, kesal, dan perasaan negatif lainnya saat sebuah masalah sudah selesai. Sisa emosi ini disebut residual emosi yang umumnya masih melekat pada diri seseorang. Apakah ini wajar dan akan hilang seiring waktu???
Tentu kita semua pernah merasakannya dan biasanya akan menciptakan batasan terhadap orang lain. Namun, ternyata kitab oleh memvalidasi adanya keberadaan residual emosi tersebut. Ketika kita masih merasakan marah terhadap orang lain, kita boleh untuk mengambil jeda untuk tidak bertemu atau berinteraksi terhadap orang yang bersangkutan. Kita bisa komunikasikan dengan orang tersebut dan mengatakan bahwa saat ini kita membutuhkan untuk waktu sendiri. Bukan kalian membenci dan tidak terima, namun ini hanya perasaan yang membutuhkan validasi untuk merenung sendiri. Saat masalah telah memiliki jalan keluar, memang harusnya kita bisa segera melupakan hal tersebut namun ada sebagian orang yang masih memiliki residual emosi.
Saat telah memiliki waktu yang cukup untuk merenung, maka pelan-pelan residual emosi ini akan berkurang dan kita dapat lagi berinteraksi dengan orang yang bersangkutan. Kita pun akan jauh lebih baik dari sebelumnya dan kembali memiliki energi yang lebih positif.
Sadari residual emosi dan segera berilah waktu untuk dirimu agar perasaan ini tidak terus terbawa pada interaksi-interaksimu yang akan datang.
Selamat mencoba !!!
No Comments