x

Progsus Pengembangan Diri dan Gerak Anak dengan Hambatan Motorik

2 minutes reading
Saturday, 13 May 2023 14:51 0 2754 Husen Fuat

A7C Kelompok 4 – ACENesia

Malang – Bagi anak tunadaksa, kemampuan bina diri dan bina gerak menjadi suatu keharusan untuk dimiliki. Bina diri dan bina gerak merupakan salah satu kebutuhan layanan yang harus dipenuhi bagi anak tunadaksa.

Program bina diri mencakup beberapa hal yang berhubungan dengan kepentingan anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, minum, kebersihan diri, dan kerapian diri.

Tujuan layanan bina diri adalah agar anak memiliki keterampilan dalam mengurus dirinya sendiri, menjaga kebersihan dan kesehatan diri, agar tumbuh rasa percaya diri serta dapat beradaptasi dengan lingkungan.

Program pengembangan diri dan gerak merupakan sebuah rancangan yang dibuat oleh guru. Metode bina gerak sendiri meliputi; metode garak persepsual, metode latihan keterampilan, metode permainan, pendidikan olahraga (Sport Education), metode pengembangan gerak melalui terapi fisik (Physio Therapy) serta metode pengembangan gerak melalui terapi okupasi.

  1. Metode gerak persepsual merupakan kemampuan dasar anak dalam menerima, menginterpretasi, dan merespon secara baik pada informasi sensori. Baik melalui penglihatan, pendengaran, perabaan, dan pengecapan.
  2. Latihan keterampilan tertentu dapat digunakan sebagai wahana menanamkan kemampuan gerak anak-anak yang mengalami gangguan motorik.
  3. Metode permainan gerak dan fungsi adalah permainan yang mengutamakan gerak yang berisi kegembiraan, tujuannya adalah agar anak gembira, bahagia dan senang.
  4. Pendidikan olahraga adalah salah satu pendekatan untuk mengembangkan kemampuan gerak individu, baik gerak lokomotor, non-lokomotor, koordinasi gerak, penguatan otot, pelemasan otot, mempertahankan kekuatan otot, melatih gerak sendi, dan sebagainya
  5. Terapi fisik (Phsyo Therapy) merupakan ilmu pengobatan dengan menggunakan tenaga dan daya yang ada di alam seperti air (diambil manfaat dari kekuatan semprotan air, suhu panas, dinginnya air), listrik, sinar, pemijatan, gerakan/gosokan, dan sebagainya.
  6. Terapi okupasi adalah upaya mengatasi permasalahan pada aspek motoric, sensorik, kognitif, intrapersonal, interpersonal, perawatan diri, produktivitas serta leisure.

Penilaian dalam kegiatan bina gerak dilakukan pada awal, proses dan di akhir kegiatan. Yang mana dari hasil evaluasi tersebut dapat diketahui berhasil tidaknya suatu program dalam meningkatkan kualitas anak dengan hambatan motorik.

Oleh : Nur Rahmawati, Rizki Amalia Muharromah, Roshana Putri Hartami, Shayibanisa Agustina

 

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x