A21 Kelompok 3 – ACENesia
Malang – Anak Berkebutuhan Khusus merupakan anak yang mengalami/memiliki keterbatasan atau keluarbiasaan, baik dari segi fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional, yang dapat berpengaruh dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia dengannya.
Dari sekian banyak hambatan yang dimiliki Anak Berkebutuhan Khusus diantaranya yaitu tunaganda atau hambatan majemuk. Tunaganda atau hambatan majemuk adalah anak yang memiliki dua atau lebih gangguan sehingga diperlukan pendampingan, layanan, pendidikan khusus, dan alat bantu belajar yang khusus.
Pembelajaran dengan menggunakan teks drama tersebut yaitu untuk memperbaiki kemampuan bicara, artikulasi, serta memperkuat otot yang digunakan untuk berbicara. Dengan adanya pembelajaran tersebut diharapkan agar nantinya anak dapat mempunyai pengetahuan dan wawasan yang lebih luas sehingga mampu memperlancar kegiatan berbicaranya.
Anak tunaganda terutama anak tunagrahita sedang diketahui memiliki keterbatasan dalam kegiatan belajar membaca. Menurut penelitian, anak tunaganda yang memiliki hambatan intelektual akan selalu mengalami kesulitan dalam menggabungkan beberapa suku kata menjadi kata apalagi kalimat.
Ini dapat disebabkan karena anak tunagrahita memiliki keterbelakangan mental atau intelektual yang ditandai dengan lemahnya kecerdasan dengan IQ dibawah rata-rata orang normal pada umumnya
Salah satu model pembelajaran yang tepat untuk mengatasi gangguan wicara pada anak yaitu dengan menerapkan salah satu model permainan seperti bermain peran (role playing) yang banyak melibatkan siswa untuk beraktivitas dalam pembelajaran dan tentunya akan memberikan suasana yang menggembirakan sehingga siswa termotivasi untuk mengikuti pelajaran, dengan demikian kesan yang didapatkan siswa tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari lebih kuat dan mudah untuk diingat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Oleh karena itu, diperlukan sebuah metode yang dapat dengan mudah digunakan untuk mengajarkan anak tunagrahita membaca, yaitu salah satunya menggunakan metode fonetis. Metode tersebut diawali dengan kegiatan belajar membaca dengan menghafal bunyi setiap rangkaian huruf dari setiap beberapa suku kata.
Dalam pengertian lain, metode fonetis adalah metode yang mengajarkan pada siswa mengenai bunyi setiap huruf dan bunyi kombinasi huruf. Di samping mengetahui bunyi huruf siswa juga diperkenalkan bentuk huruf. Karena itu siswa akan diajarkan logografis yaitu simbol dari tiap-tiap huruf.
Oleh : Alfala Fannisa Zahrah, Choirini Zahro, Vidiya Ayu Puspitasari, Wahyu Setiawan, Zannuba Lutfia Handayani
No Comments