x

Jogja Darurat Sampah! Sentilan Adit Doodleman Untuk Pemerinta Jogja Di Tumpukan Sampah.

2 minutes reading
Monday, 7 Aug 2023 20:37 0 209 Husen Fuat

Yogjakarta – Pemkot Jogja mengeluarkan Surat Edaran No.600.1.17.3/4438/SE/ 2023 tentang Penanganan Darurat sampah di Kota Jogja. Dalam surat tersebut aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot diwajibkan membuat biopori di rumah masing-masing.

Tidak hanya ASN, seluruh karyawan di Balaikota Jogja apapun status kerjanya juga diwajibkan untuk membuat biopori. Kewajiban tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan dokumentasi pembuatan untuk nantinya dikirim ke pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing.

Kewajiban tersebut tak sampai disitu, karyawan di Pemkot Jogja juga diharuskan melaksanakan pembuatan biopori di rumah masing-masing paling lambat Senin (7/8/2023). Surat edaran tersebut ditandatangani Pejabat Walikota Jogja Singgih Raharjo.

Pemerintah daerah juga memutuskan untuk menutup TPA Piyungan (TPA) dari 23 Juli hingga 5 September 2023. Sebelum keputusan diambil, pada 23 Mei 2023, juga dikeluarkan surat pemberitahuan yang menjelaskan kondisi darurat TPA Piyungan yang hampir over kapasitas dengan rata-rata 700 ton/hari memasuki TPA Piyungan. Itu sebabnya Pemerintah harus menutup tempat pembuangan sampah.

Salah satu artis asal Yogyakarta Adit doodleman baru-baru ini mengkritik kondisi penuh sampah kota dengan menggambar grafiti dengan semprotan pylox pada setiap kantong sampah yang menumpuk di Terminal Ngabean, Yogyakarta. Menurut dia, kritik itu bukan masalah apakah sampah harus diangkut atau tidak, “Ini karena sistem pengelolaan sampah yang tidak efektif,” katanya.

Lewat karya ini, jelas tema yang Adit angkat adalah sampah. Meski begitu, ia tak lantas asal-asalan dalam memilih medium dan lokasi spesifik.

Dirinya enggan membuat karya dari olahan sampah sekalipun itu bisa dikatakan upaya daur ulang. “Setelah selesai dipamerkan, terus apa? Bakal jadi ‘sampah’ lagi. Malah menambah persoalan,” ungkapnya soal pilihannya merespon tumpukan sampah sebagaimana adanya; tidak diolah dan dipamerkan.

Selain pengingat kepada sesama seniman, dia turut menyentil pihak pemerintah. Terbukti, setelah dimural, tumpukan sampah pertama yang diresponnya pada malam hari langsung diangkut siangnya. Selain di Terminal Ngabean, pada Sabtu (5/8/2023) Adit kembali menebar doodle-nya, kali ini di area Purawisata dan Pojok Benteng Kidul Wetan.

Sebenarnya, kritik Adit bukan soal diangkut atau tidak diangkut. “Ini tentang sistem tata kelola sampah yang buruk. Ditambah, pun bila memang sebenarnya mereka sudah punya rencana, tidak pernah disosialisasikan secara menyeluruh,” tekannya.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x