x

Stoikisme: Hidup Lebih Tenang Untuk Generasi Muda Masa Kini

3 minutes reading
Sunday, 20 Aug 2023 19:28 0 646 Irene Mega Mellyana

Stoicisme adalah aliran/mashab filsafat Yunani-Romawi kuno (pada jamannya, selain itu juga ada aliran Epicureanisme, Cynicism, Skepticism, Neoplatonism), yang berkembang 2.300 SM – 200 M (kira2 500 tahun). Stoicisme lahir di Yunani, dan kemudian berkembang di Romawi. Stoicisme redup ketika Kekaisaran Romawi resmi menganut agama Kristen. Beberapa filsuf Stoic: Epictetus (seorang mantan budak), Seneca (politisi di era Kaisar Nero), Marcus Aurelius (Kaisar baik hati, ada di film Gladiator di awal, atasan dari Russel Crowe) Nelson Mandela konon membaca tulisan Stoic selama di penjara lebih dari 20 tahun sehingga ia bebas dari dendam kepada penindasnya. Mantan presiden AS Bill Clinton juga menempatkan buku Meditations karya Marcus Aurelius sebagai buku favoritnya. Akhir-akhir ini Stoicisme kembali populer di belahan dunia lain, dengan munculnya tulisan-tulisan kontemporer/modern yang mengulas filsafat ini.

Dalam stoikisme mengajarkan kepada kita tentang penguasaan diri terhadap hal-hal yang dapat dikendalikan dalam hidup dan hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan dalam hidup. Hal-hal yang dapat kita kendalikan dalam hidup misalnya pikiran dan tindakan kita sendiri. Sehingga apapun yang ada diluar itu merupakan hal eksternal yang diluar kendali kita. Hal eksternal yang dimaksud ialah seperti peristiwa eksternal, tindakan orang lain, sudut pandang orang lain terhadap kita, atau perilaku orang lain. Misalnya, kalian adalah seorang mahasiswa, kalian berharap akan menjadi mahasiswa berprestasi di kampus yang namanya akan dipanggil ketika wisuda nanti. Hal yang bisa kalian lakukan atau kendalikan adalah berusaha keras untuk belajar dengan baik, melengkapi prestasi akademik dan non akademik, aktif berbagai kegiatan diluar pembelajaran seperti mengikuti organisasi atau komunitas, dan banyak lainnya. Yang menjadi kendali kalian adalah kualitas, waktu dan usaha itu sendiri. Sedangkan penilaian untuk menjadi mahasiswa berprestasi adalah hal yang diluar kendali kalian. Kalian tidak dapat menentukan apakah kalian layak atau tidak, semakin kalian mencoba mengendalikan hal-hal yang berada diluar kendali kalian maka akan muncul pikiran-pikiran cemas dan khawatir akan hal itu.

Pikiran cemas, khawatir, frustasi inilah yang akan berdampak pada kesehatan mental kalian. Apalagi ditambah dengan penggunaan media sosial yang terus terjadi dikeseharian kita akan menyebabkan diri men-compare hal yang tidak kita bisa atau miliki dengan orang lain. Dampak jika hal ini terus terjadi adalah kita semakin sulit mengenal diri sendiri, tidak percaya diri atau merasa rendah diri, menarik diri dari lingkungan sekitar, dan bahkan bisa berdampak pada kesehatan fisik seperti susah tidur, tidak nafsu makan, badan cepat lelah dan banyak lagi lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut, kita bisa melakukan upaya pencegahan agar hidup lebih tenang dan damai.

  1. Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta
  2. Mengenal diri (kekurangan dan kelebihan yang dimiliki)
  3. Olah raga
  4. Banyak membaca untuk membuka wawasan kalian
  5. Bersosialisasi dengan orang lain
  6. Bijak menggunakan media sosial
  7. Melakukan kegiatan positif yang kalian suka

Untuk itu, semoga kalian generasi muda bisa menjadi diri sendiri dengan memiliki pengusaan diri dengan baik. Sehingga kita menjadi lebih dewasa secara sikap dan tindakan serta dapat fokus dengan hal-hal yang dapat kita kendalikan untuk meningkatkan kualitas hidup yang baik. Selamat mencoba !!!

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x