Sumber: Pinterest Pola pikir kekurangan adalah pola pikir yang berfokus pada kekurangan. Umumnya ini dimulai dari rasa takut atau stress dan akan mengarah pada pikiran obsesif tentang apa yang hilang, uang, waktu, cinta, dan peluang. Pola pikir ini mempersempit perhatian dan mempersulit pemecahan masalah atau dalam berpikir jangka panjang. Selain itu, pola pikir ini akan membatasi kita dalam merencanakan, fokus, atau saat membuat keputusan.
Namun apakah pola pikir ini ada pada setiap diri manusia?
Tidak seorang pun secara aktif memilih pola pikir ini. Pola pikir ini sering muncul dan berkembang sebagai respon alami terhadap pengalaman hidup termasuk trauma masa kecil dan kemunduran hidup. Ketika seseorang anak tumbuh di lingkungan dimana kesehatan, dukungan atau sumber daya lainnya tidak dapat diprediksi, seseorang akan menanamkan keyakinan bahwa hidup adalah tentang bertahan hidup bukan berkembang.
Seiring waktu, otak dapat terprogram untuk selalu waspada secara berlebihan. Pola ini sering disebut sebagai respon trauma dan dapat berlanjut hingga dewasa terutama selama stress atau berada di tengah ketidakpastian. Budaya modern terus-menerus mencari prestasi, produktivitas, dan kesempurnaan. Media sosial terus memperkuat citra yang ditampilkan di media sosial versi kesuksesan. Berjalannya waktu, paparan semacam ini memicu keyakinan bahwa orang lain menang sementara yang lainnya tertinggal.
Oleh karena itu, orang lain yang merasa tertinggal akan mengalami kekecewaan seperti kehilangan kesempatan dan mulai mempertanyakan apakah usaha yang meraka lakukan menghasilkan kesuksesan. Perasaan sia-sia ini akan menyebabkan seseorang mengalami ketidakberdayaan dan akan berhenti mencoba karena mereka meyakini gagal.
Mari lebih berwaspada terhadap pola pikir ini, ingat bahwa pa yang terlihat belum tentu menampilkan kondisi sebenarnya. Hargai setiap usaha yang kalian lakukan dan kalian beharga.
Semoga membantu !!!
No Comments