x

Bina Diri dan Bina Gerak Anak Cerebral Palsy

3 minutes reading
Saturday, 13 May 2023 23:14 0 748 Husen Fuat

A7A Kelompok 8 – ACENesia

Malang – Cerebral Palsy (CP) pertama kali dijelaskan oleh William Little pada tahun 1862 dan awalnya disebut penyakit Little. CP digambarkan sebagai kelainan yang tampaknya menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupan, mempengaruhi perkembangan keterampilan dan perkembangan fisik motorik anak.

Sigmund Freud menyatakan bahwa CP mungkin berakar pada perkembangan otak di dalam rahim dan perkembangan yang menyimpang terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan.

Cerebral palsy disebabkan oleh perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan pada otak yang sedang berkembang. Hal ini biasanya terjadi sebelum anak lahir, tetapi bisa juga terjadi saat lahir atau pada awal masa bayi. Dalam banyak kasus, penyebabnya tidak diketahui.

Faktor-faktor tersebut diantaranya yaitu:

  1. Mutasi gen yang mengakibatkan kelainan genetik atau perbedaan perkembangan otak.
  2. Infeksi ibu yang mempengaruhi janin yang sedang berkembang.
  3. Stroke janin, gangguan suplai darah ke otak yang sedang berkembang.
  4. Pendarahan ke otak di dalam rahim atau saat bayi baru lahir.
  5. Infeksi bayi yang menyebabkan peradangan di dalam atau di sekitar otak.
  6. Cedera kepala traumatis pada bayi, seperti dari kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh atau kekerasan fisik.

Menurut Frances P. Connor ada 7 aspek yang harus dikembangkan pada anak CP melalui pendidikan, yaitu:

  1. Pengembangan intelektual dan akademik,
  2. Membantu perkembangan fisik,
  3. Meningkatkan perkembangan emosi dan penerimaan diri anak,
  4. Mematangkan aspek sosial,
  5. Mematangkan moral dan spiritual,
  6. Meningkatkan ekspresi diri, dan
  7. Mempersiapkan masa depan anak.

Untuk mengembangkan aspek-aspek tersebut, selain memberikan program-program akademik, sekolah juga memberikan program bina diri.

Dengan keterbatasan tersebut pembelajaran bina diri memiliki peran strategis dalam proses pendidikan anak CP. Melalui serangkaian kegiatan dan latihan yang dilakukan secara berkesinambungan, diharapkan anak CP dapat optimal mengembangkan potensinya.

Selain bina diri juga ada program yang biasa di berikan pada anak CP yaitu program bina gerak. Tujuan yang ingin dicapai dalam bina gerak adalah untuk memperbaiki dan mengembangkan fungsi gerak pada anak.

Beberapa hal-hal yang perlu dilakukan dalam bina gerak yaitu:

  1. Penguatan otot yang lemah
  2. Pelemasan otot yang kaku
  3. Mempertahankan kekuatan otot dan mencegah atropi otot
  4. memperbaiki gerak pada persendian
  5. Menanamkan keterampilan lokomotor dan non – lokomotor

Ada beberapa metode yang dapat diterapkan pada program bina gerak anak CP, diantaranya :

  1. Aktivitas Gerak Presepsual. Merupakan kemampuan dasar anak dalam menerima, menginterpretasi dan merespon secara baik pada informasi sensori
  2. Latihan Keterampilan. Keterampilan tertentu dapat digunakan sebagai wahana menanamkan kemampuan gerak anak-anak yang mengalami gangguan motorik
  3. Permainan. Merupakan kegiatan untuk menyalurkan emosi (seperti rasa senang dan  rasa kesal) melalui permainan.
  4. Pendidikan Olahraga. Olahraga merupakan salah satu pendekatan yang dapat untuk mengembangkan kemampuan gerak individu. Baik gerak lokomotor, non-lokomotor, koordinasi gerak, penguatan otot, pelemasan otot, mempertahankan kekuatan otot, melatih gerak sendi, dsb.

Oleh : Dwi Kinanthi, Pricilia Diah Puspita Sari, Sri Astuti 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x