A7A Kelompok 8 – ACENesia
Malang – Cerebral Palsy (CP) pertama kali dijelaskan oleh William Little pada tahun 1862 dan awalnya disebut penyakit Little. CP digambarkan sebagai kelainan yang tampaknya menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupan, mempengaruhi perkembangan keterampilan dan perkembangan fisik motorik anak.
Sigmund Freud menyatakan bahwa CP mungkin berakar pada perkembangan otak di dalam rahim dan perkembangan yang menyimpang terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan.
Cerebral palsy disebabkan oleh perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan pada otak yang sedang berkembang. Hal ini biasanya terjadi sebelum anak lahir, tetapi bisa juga terjadi saat lahir atau pada awal masa bayi. Dalam banyak kasus, penyebabnya tidak diketahui.
Faktor-faktor tersebut diantaranya yaitu:
Menurut Frances P. Connor ada 7 aspek yang harus dikembangkan pada anak CP melalui pendidikan, yaitu:
Untuk mengembangkan aspek-aspek tersebut, selain memberikan program-program akademik, sekolah juga memberikan program bina diri.
Dengan keterbatasan tersebut pembelajaran bina diri memiliki peran strategis dalam proses pendidikan anak CP. Melalui serangkaian kegiatan dan latihan yang dilakukan secara berkesinambungan, diharapkan anak CP dapat optimal mengembangkan potensinya.
Selain bina diri juga ada program yang biasa di berikan pada anak CP yaitu program bina gerak. Tujuan yang ingin dicapai dalam bina gerak adalah untuk memperbaiki dan mengembangkan fungsi gerak pada anak.
Beberapa hal-hal yang perlu dilakukan dalam bina gerak yaitu:
Ada beberapa metode yang dapat diterapkan pada program bina gerak anak CP, diantaranya :
Oleh : Dwi Kinanthi, Pricilia Diah Puspita Sari, Sri Astuti
No Comments