x

Dampak Dari Gaya Hidup Sedentari

2 minutes reading
Saturday, 1 Aug 2026 16:50 0 77 Irene Mega Mellyana

Pernah kah kalian mendengar istilah gaya hidup sedentari. Gaya hidup sedentari adalah gaya hidup ketika seseorang cenderung malas melakukan aktivitas fisik atau menggerakkan tubuh. Hal ini jika terus dibiarkan maka akan berdampak pada meningkatnya resiko kesehatan.

 

Menurut World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa gaya hidup sedentary adalah salah satu penyebab kematian yang sering terjadi di dunia. Dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyatakan bahwa gaya hidup sedentari ini adalah kegiatan yang dilakukan di luar waktu tidur dan hanya mengeluarkan kalori dalam jumlah sedikit yakni kurang dari 1,5 METs. Risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan dari gaya hidup ini seperti obesitas, penyakit jantung, hingga gangguan mental.

 

Obesitas atau kelebihan berat badan pada seseorang umumnya diakibatkan karena tubuh kurang bergerak sehingga membuat tubuh tidak mengolah makanan secara sempurna untuk diubah menjadi energi. Dengan begitu, tubuh akan menyimpan energi dalam bentuk lemak pada tubuh. Apabila dalam kurun waktu yang lama, penumpukan lemak ini akan menyebabkan obesitas. Selain itu, juga menyebabkan penyakit jantung. Seseorang yang kurang bergerak maka menimbulkan lemak dan kolestrol menumpuk pada pembuluh darah arteri. Akibatnya jantung tidak dapat bekerja secara optimal dan memicu penyakit jantung koroner, serangan jantung dll. Risiko lainnya yang tak kalah menakutkan ialah gangguan mental. Dimana ketika seseorang kurang bergerak dan hanya berdiam diri di rumah maka akan memicu perasaan jenuh dan cemas hingga depresi.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x