x

Dampak Polusi Udara Di Jakarta Pada Kesehatan Masyarakat Setempat.

2 minutes reading
Tuesday, 15 Aug 2023 17:04 0 679 Husen Fuat

Jakarta – Polusi udara disebut-sebut dapat memicu risiko penggumpalan darah menurut pemberitaan sejumlah media asing. Sebut saja, New York Times yang menuliskan, tak hanya Jakarta yang mengalami masalah serupa, melainkan kota-kota di Asia, Afrika, dan Amerika Latin juga mengalami dampak polusi udara.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Mohammad Syahril menjelaskan, penggumpalan darah akibat dampak polusi udara bisa saja terjadi.

Kondisi ini terjadi apabila saluran napas terus menerus terpapar dengan polutan atau partikel-partikel berbahaya dari polusi udara.

Paparan polutan akibat polusi udara yang masuk ke tubuh, lanjut Syahril, dapat membuat saluran pernapasan menjadi kotor. Paparan polusi juga bisa kena mata dan kulit.

“Pertama, (dampak) polusi itu bisa kena mata, kulit, saluran napas. Nah, saluran napas berarti menjadi kotor. Ini karena polusi yang mengandung oksidan atau partikel-partikel yang membahayakan masuk ke saluran napas,” katanya.

Kembali ditegaskan Mohammad Syahril, dampak polusi udara dapat merusak saluran pernapasan.

“Bisa merusak saluran napas. Saluran napas itu kan ada yg disebut sistem skrining atau penapisan saluran napas,” tegasnya.

“Kayak bulu hidung, lendir atau segalanya itu bisa rusak. Bisa rusak karena banyaknya atau partikel beracun tadi.”

Masalah kualitas udara di Jakarta juga menjadi sorotan media asing lainnya. South China Morning Post (SCMP) dalam artikel bertajuk, Jakarta named world’s most polluted city, as Indonesian residents worry about health risks.

Artikel lain menuliskan bahwa secara konsisten menduduki peringkat di antara 10 kota paling tercemar secara global sejak Mei 2023. South China Morning Post menulis, data ini didapatkan dari perusahaan teknologi kualitas udara Swiss, IQAir.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x