Sumber: Dokumentasi pribadi SURABAYA – Pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan terus membuka peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif dan inklusif. Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan uji coba modul pembelajaran STEAM berbasis AI pada Sabtu (17/10/2026), bertempat di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian dengan judul The Development of AI-Based STEAM Teaching Modules to Improve Hearing-Impaired Students’ Numeracy Skills yang dipimpin oleh Ediyanto, M.Pd., Ph.D. Penelitian ini didanai oleh KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Indonesia-Australia) sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan inovasi pendidikan inklusif.
Kegiatan uji coba modul yang berlangsung pada sesi siang, setelah pelaksanaan seminar, diikuti oleh para guru dari Sekolah Luar Biasa (SLB), guru dari sekolah inklusi, serta perwakilan kementerian terkait. Dalam penelitian ini, tim peneliti mengembangkan enam modul pembelajaran untuk siswa kelas II SD semester 1 dengan materi Fase A yang mengintegrasikan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) dengan teknologi kecerdasan artifisial. Menariknya, modul tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi siswa tunarungu, tetapi juga dirancang agar dapat digunakan oleh siswa reguler dalam pembelajaran yang sama di sekolah inklusi. Modul tersedia dalam bentuk konvensional dan digital, sehingga dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik.
Saffanatur Rizqiyyah, M.Pd., Gr., guru dari SD Al Kautsar Kota Pasuruan, mengungkapkan bahwa pengembangan modul konvensional dan digital sangat membantu guru dalam menghadapi keberagaman karakteristik peserta didik. Menurutnya, pemanfaatan media digital menjadi semakin relevan karena anak-anak saat ini memiliki kedekatan dengan teknologi. Pengalaman mengajarnya menunjukkan bahwa setiap anak memiliki karakteristik dan kebutuhan belajar yang berbeda, sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih fleksibel.
Tanggapan positif juga disampaikan Muhammad Agus Zaki Fanani, M.Pd., Gr., guru dari SD Muhammadiyah II Surabaya. Ia menyoroti fitur dalam modul digital yang dilengkapi dukungan bahasa isyarat dan gambar untuk membantu peserta didik dengan hambatan pendengaran memahami materi pembelajaran. Selain itu, modul tersebut memiliki tahapan pembelajaran yang disusun secara bertingkat. Menurutnya, penggunaan fitur visual dan penyusunan materi secara bertahap menjadi aspek menarik dalam pengembangan media pembelajaran yang dapat mendukung kebutuhan belajar siswa tunarungu. Ia berharap modul tersebut dapat memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah yang menyelenggarakan layanan pendidikan inklusif.

Melalui uji coba ini, tim peneliti UM memperoleh tanggapan langsung dari para pendidik sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan modul. Masukan mengenai kemudahan penggunaan, kesesuaian materi, serta potensi penerapannya pada siswa reguler dan siswa tunarungu menjadi perhatian dalam proses pengembangan. Kehadiran enam modul pembelajaran tersebut diharapkan dapat membantu guru menghadirkan kegiatan belajar yang lebih adaptif, terutama di sekolah inklusi yang melibatkan peserta didik dengan kemampuan dan kebutuhan belajar yang beragam dalam satu kelas.
Penelitian yang memperoleh dukungan pendanaan KONEKSI ini menjadi salah satu upaya Universitas Negeri Malang dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang lebih inklusif melalui pemanfaatan teknologi. Dengan mengintegrasikan pendekatan STEAM, kecerdasan artifisial, dan kebutuhan pembelajaran siswa kelas II SD Fase A, pengembangan modul ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kemampuan numerasi siswa tunarungu sekaligus memberikan kesempatan belajar yang setara bagi siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus. Kolaborasi antara peneliti dan praktisi pendidikan menjadi langkah penting agar inovasi yang dikembangkan dapat terus disempurnakan dan diterapkan sesuai kebutuhan nyata di sekolah.
No Comments