x

Gangguan Berbahasa pada Proses Komunikasi Anak Tunadaksa

2 minutes reading
Friday, 12 May 2023 15:59 0 955 Husen Fuat

A7B Kelompok 5 – ACENesia

Malang – Sebagai makhluk sosial, manusia perlu berinteraksi dengan sesamanya. Interaksi antar manusia  dapat berjalan dengan adanya komunikasi, baik komunikasi verbal ataupun non-verbal. Dalam  interaksi berbentuk proses komunikasi inilah, manusia dapat berkembang melalui pemerolehan  informasi  hingga  pendistribusian  informasi.

Bahasa merupakan pesan yang disampaikan dalam bentuk  ekspresi  sebagai  alat  komunikasi  pada  situasi  tertentu  dalam  berbagai  aktivitas.

Faktor penyebab tunadaksa jika dilihat dari  segi terjadinya terbagi menjadi 3, yaitu faktor prenatal, neonatal dan postnatal. Tunadaksa  sendiri  merupakan  kondisi  seseorang  yang  mengalami  hambatan  pada  aspek  fisik  motorik.

Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi dari satu individu pada individu  lainnya melalui sistem bunyi, simbol atau tingkah laku. Komunikasi sendir dapat terbagi menjadi komunikasi verbal  dan komunikasi non-verbal.

Gangguan  berbahasa  dapat  dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu :

  1. Gangguan  mekanisme  berbicara  yang  menyangkut  aktivitas  motorik,  misal  kekakuan alat bicara. Dan modalitas psikis, seperti berbicara kemayu, berbicara  manja, berbicara latah dan berbicara gagap.
  2. Gangguan  berbahasa,  yang  dalam  hal  ini  disebut  Afasia.  Afasia  sendiri  terbagi  menjadi 2, yaitu afasia motorik yakni kerusakan pada belahan otak yang dominan  pada lapisan permukaan (lesikortikal) di daerah Broca. Kemudian afasia sensorik,  yakni kerusakan pada lesikortikal di daerah wernicke
  3. Gangguan berfikir. Dalam memilih dan menggunakan unsur leksikal, sintaksis, dan
    semantik tertentu seseorang menyiratkan afeksi dan nilai pribadinya pada kata atau  kalimat yang dikeluarkannya.

Dalam banyak kasus yang terjadi pada anak dengan hambatan bahasa pada tunadaksa dapat diatasi dengan meggunakan pendekatan yang kooperatif, metode pembelajaran yang interaktif dan media pembelajaran yang menarik. Sehingga dianggap peran guru dan kreatifitas guru menjadi sangat penting, untuk mengatasi masalah bahasa dan komuikasi bagi siswa tunadaksa.

Oleh : Diva Aurora Fitriyah, Fina Shafwatul Mawaddah, Raddien Sekar Kinasih, Sevia Tri Putri Nur Rizki

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x