A7c Kelompok 6 –ACENesia
Malang – Tunadaksa merupakan seseorang yang mengalami kelainan atau hambatan yang berkenaan mengenai aspek fisik dan motoriknya, sehingga memerlukan pembelajaran atau pendidikan khusus yang sesuai dengan hambatan yang dimiliki.
Menurut Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2011, terdapat 130.572 anak penyandang disabilitas dari keluarga miskin, yang terdiri dari ; cacat fisik dan mental (19.438 anak); tunadaksa 932.900 anak); tuna Netra (5.921 anak); tunarungu (3.861 anak); tuna wicara (16.335 anak); retardasi mental (30.460 anak); dan mantan penderita gangguan jiwa (2.557 anak).
Artikel ini akan membahas instrumen pembelajaran anak dengan hambatan fisik motorik. Pembahasan kali ini terdapat tujuan pembelajaran, media pembelajaran, metode pembelajaran, serta evaluasi.
Seperti yang kita ketahui bahwa media pembelajaran dan metode pembelajaran menjadi salah satu unsur yang sangat penting dalam mencapai tujuan pembelajaran sebelum itu tim penulis akan menjelaskan mengenai apa itu media pembelajaran dan metode pembelajaran.
Media pembelajaran adalah seperangkat bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara ilmiah, interaktif, efektif, dan efisien.
Media pembelajaran yang bisa diterapkan bagi anak dengan hambatan fisik motorik seperti media pembelajaran Adaptif. Pembelajaran Adaptif adalah media belajar yang diadaptasikan sesuai dengan karakteristik masing masing anak. Pada media pembelajaran ini ada beberapa aspek yang harus terpenuhi seperti keberfungsian, kepraktisan, ketertarikan, dan keamanan.
Selanjutnya adalah metode pembelajaran, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Misalnya pada strategi discovery learning kita dapat memakai metode problem solving atau studi kasus. dalam metode pembelajaran anak tuna daksa terdapat beberapa metode yang bisa di implementasikan seperti metode ceramah, metode tanya jawab, metode demonstrasi, metode diskusi dan yang terakhir metode kerja kelompok.
Mengenai evaluasi pembelajaran, ada beberapa model evaluasi yang dapat diterapkan pada pembelajaran hambatan fisik motorik, seperti model CIPP (Context, Input, Process, dan Product); Goal Oriented; Evaluasi model Stake; Evaluasi model goal free (bebas mengenai tujuan); dan juga model Kirkpatrick’s.
Evaluasi pembelajaran dilakukan untuk menentukan apakah suatu program pembelajaran yang sebelumnya telah dibuat dan dilaksanakan telah mencapai tujuan pembelajaran atau tidak, untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan proses pembelajaran, serta mengetahui besarnya benefit yang didapatkan dari adanya program pembelajaran. Instrumen evaluasi dapat menggunakan instrumen tes (tes uraian, pilihan ganda, dan performance tes) dan instrumen non tes (wawancara, angket, dan observasi).
Oleh : Alisha Nazwa, Elfira Rizky, Mirna Safrillya, Wahyu Seva H
No Comments