x

Mengajari Diri Dalam Membuat Keputusan

3 minutes reading
Monday, 30 Jun 2025 14:23 0 301 Irene Mega Mellyana

Mungkin sebagian besar orang kesulitan mengambil keputusan dan hal tersebut sangatlah wajar terjadi. Apalagi jika keputusan tersebut juga melibatkan orang lain yang ada di sekitar kita. Setiap situasi dan kondisi menuntut kita untuk membuat keputusan baik itu keputusan-keputusan kecil maupun keputusan-keputusan besar. Sejak dari kita mulai bisa belajar berjalan atau berbicara secara tidak langsung kita sudah belajar membuat keputusan. Hingga semakin bertambah usia kita dihadapkan pada pengambilan keputusan-keputusan besar. Tak jarang keputusan besar tersebut membuat kita takut untuk melangkah karena berkaitan dengan masa depan kita. Apalagi jika keputusan yang kita buat atas dasar sepenuhnya dari pengaruhi orang lain yang mungkin bisa menimbulkan penyesalan karena tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sehingga penting saat mengambil keputusan adalah keputusan dengan pertimbangan kita sendiri sehingga ketika keputusan kita berhasil maka akan terdapat rasa kepusan dalam diri.

 

Hal inilah yang membuat kita menjadi orang tidak enakan (people pleaser) karena tentu lebih banyak say yes daripada say no khususnya dalam dunia kerja atau bisa saja ketika kita saat menjadi mahasiswa kita always say yes saat bimbingan skripsi kepada dosen pembimbing kita. Harusnya, baik itu saat kita menjadi mahasiswa atau sudah memasuki dunia kerja, kita bisa mempertimbangkan keputusan kita untuk say yes tanpa di depan terdapat penyesalan dan say no tanpa terdapat rasa bersalah ketika menolak. Karena say yes dan say no juga termasuk ke dalam pengambilan keputusan kita.

 

Pertama, saat akan membuat keputusan, penting untuk memikirkan resiko dan benefitnya. Apa resiko yang kita dapatkan ketika kita mengambil keputusan tersebut, juga apa benefit yang kita dapatkan. Penting untuk mem-break down satu per satu, jangan sampai keputusan yang kita ambil lebih banyak resikonya dari pada benefit yang kita dapatkan. Kedua, diskusi dengan orang-orang terdekat. Diskusikan dengan orang-orang yang akan terlibat dalam pengambilan keputusan kalian. Misalnya kalian akan melanjutkan studi magister ke luar negeri sehingga kalian harus mendiskusikan rencana tersebut dengan orang tua karena kalian akan meninggalkan mereka dan mungkin bisa saja kalian telah bertunangan dengan pasangan kalian sehingga harus melakukan hubungan jarak jauh dan menunda menikah. Ketiga, keputusan tidak karena pengaruh orang lain, meski kalian melakukan diskusi dengan orang-orang yang akan menjadi bagian dari keputusan kalian, usahakan tidak karena pengaruh mereka. Diskusi dilakukan untuk melihat sudut pandang orang lain sebagai referensi kalian dalam mengambi keputusan. Keempat, menyiapkan hati dan pikiran. Ketika keputusan telah dibuat, jangan sampai kita mencurahkan perhatian hati dan pikiran kita pada hasil yang baik dan buruk. Sisakan perhatian hati dan pikiran pada rasa kekecewaan dan kegagalan pada hasil akhirnya nanti. Dengan kita menyisakan perhatian tersebut, maka ketika hasil keputusan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, kita bisa berlapang dada dan siap merencanakan keputusan selanjutnya. Pastinya ketika mengambil keputusan jangan sampai kita terburu-buru. Tetap yang paling utama adalah dengan mempertimbangkan resiko dan benefitnya. Selamat mencoba !!!

 

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x