x

Meningkatkan Pengetahuan Terhadap Bencana Alam

2 minutes reading
Friday, 28 Feb 2025 10:55 0 338 Irene Mega Mellyana

Indonesia memiliki banyak bencana yang sering terjadi diantaranya gempa bumi, banjir, gunung meletus, angin putting beliung dll. Sehingga menyebabkan kerugian diantaranya hilangnya harta benda atau bahkan korban jiwa. Dalam hal ini perlu dilakukan peningkatan pengetahuan kita terhadap bencana atau mitigasi bencana. Berbicara tentang mitigasi bencana, maka dapat kita pahami terlebih dahulu dua hal yang saling berpengaruh ini yakni hazard (ancaman/bahaya) dan vulnerability (kerentanan).

 

Hazard (ancaman/bahaya) ini merupakan kondisi yang berpeluang membawa bencana atau dinilai kurang menguntungkan atau dapat membahayakan. Adapun kondisi vulnerability (kerentanan) ini mencangkup suatu kondisi yang kita miliki misalnya rumah kita tidak sesuai standar yang dibangun di atas tanah likuifaksi sehingga ini akan menimbulkan kondisi kerentanan. Contoh lainnya misalkan kita tinggal di daerah gunung dan gunung tersebut terjadi akan terjadi erupsi maka kita harus membuat jalur evakuasi yang lebih cepat dan memikirkan misalnya kelompok penduduk usia lanjut karena mereka termasuk kelompok rentan ketika terjadi bencana. Faktor usia mempengaruhi mereka saat merespon pergerakan secara cepat untuk mengevakuasinya dirinya.

 

Sehingga resiko bencana dapat diformulasikan dalam persamaan R= (H*V)/C. Simbol-simbol tersebut diartikan sebagai berikut, (R= risk/resiko bencana), (H= hazard/ancaman), (V= vulnerability/kerentanan), dan (C= capacity/kapasitas). Dapat dipahami bahwa jika resiko bencana akan meningkat apabila tingkat bahaya hazard tinggi dan akan meningkat pula tingkat vulnerabilitynya. Namun resiko bencana akan turun apabila kapasitas bencana masyarakat meningkat.

 

Namun hal ini tentu tidak mudah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga harus dilakukan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan ini dengan melipatkan peran pendukung dari pentahelix (pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media).

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x