Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan adanya kebijakan pembiasaan pembelajaran anak autis dalam pasca pembelajaran online. Hal ini bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan belajar anak autis yang lebih khusus dan spesifik.
Menurut Dr. Samto, Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK), anak autis memiliki kebutuhan belajar yang berbeda dengan anak normal pada umumnya. Oleh karena itu, pembiasaan pembelajaran untuk anak autis sangat penting untuk dilakukan.
Salah satu bentuk pembiasaan pembelajaran yang dilakukan adalah dengan menyediakan guru pendamping khusus untuk setiap anak autis. Selain itu, metode pembelajaran juga perlu disesuaikan dengan karakteristik anak autis yang cenderung lebih visual dan praktis.
Dalam pembelajaran online, anak autis juga memerlukan bantuan dari orang tua atau pendamping dalam mengakses materi pembelajaran. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memberikan pelatihan khusus bagi orang tua dan pendamping anak autis.
“Kita harus memastikan bahwa anak autis tetap mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhannya. Dengan adanya pembiasaan pembelajaran ini, diharapkan anak autis dapat lebih mudah memahami dan menyerap materi pembelajaran,” ujar Dr. Samto.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga akan terus memantau pelaksanaan pembiasaan pembelajaran ini untuk memastikan bahwa anak autis mendapatkan layanan pendidikan yang optimal.
sumber foto oleh Max Fischer
No Comments