x

Pengembangan Diri dan Gerak Siswa SLB YPAC Malang

2 minutes reading
Saturday, 13 May 2023 16:20 0 653 Husen Fuat

A7A Kelompok 3 – ACENesia

Malang – Mahasiswa dari prodi Pendidikan Luar Biasa (PLB), Universitas Negeri Malang melakukan observasi di SLB YPAC Malang, untuk mencari tahu seputar permasalahan pengembangan diri dan gerak. Ketika para mahasiwa melakukan observasi, mereka menemukan anak dengan hambatan tunadaksa dan cerebral palsy pada kelas yang berbeda.

Siswa tersebut memakai kursi roda untuk mambantu mobilitasnya sehari hari. Siswa tersebut memiliki kondisi tangan yang tidak sempurna, yang membuatnya mengalami kesulitan untuk menulis waktu pembelajaran berlangsung. Selain itu, siswa juga mengalami hambatan low vision. Karena hal ini pada saat pembelajaran berlangsung, pengajar akan membuat sebuah garis horizontal di buku tulis siswa, menggunakan bolpoin berwarna merah atau biru.

Pihak sekolah menyediakan beberapa program pengembangan diri yang dibuka secara umum, diantaranya ada terapi wicara, terapi okupasi, dan fisioterapi. Berikut adalah program pengembangan diri yang ada di sekolah :

  1. Terapi wicara adalah sebuah terapi atau semacam pengobatan yang berfokus pada meningkatkan kemampuan berbicara dan berbahasa kepada pasien, baik secara verbal maupun non-verbal. Terapi wicara ini biasa dilakukan oleh seorang terapis.
  2. Terapi okupasi adalah latihan pada anak dan dewasa dengan menggunakan aktivitas untuk meningkatkan kemandirian dalam kegiatan sehari hari sehingga dapat berpartisipasi di masyarakat. Tujuan dari pelayanan terapi okupasi ini adalah untuk meningkatkan kemandirian siswa dalam melakukan aktivitas dalam kehidupan sehari – hari, meningkatkan kemandirian pasien dalam pemanfaatan waktu luang, dan meningkatkan kemandirian siswa dalam kegiatan yang produktif.
  3. Fisioterapi merupakan ilmu medis yang berhubungan dengan gerak dan fungsi tubuh. Fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak, dan komunikasi.

Berbagai program pengembangan diri yang telah diberikan sekolah kepada para siswa dengan habatan fisik motorik diharapkan mampu mengatasi masalah ketika proses pembelajaran yang dilakukan baik di dalam maupun luar kelas. Serta mampu menjadi program unggulan sekolah sehingga ketika siswa sudah lulus siswa mampu hidup dengan mandiri.

Oleh : Adhitya Fitri Ayu, Diah Wulan Purnama Sari, Innayah Diah Ulhaq, Muchamad Rafli

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x