A7A Kelompok 3 – ACENesia
Malang – Mahasiswa dari prodi Pendidikan Luar Biasa (PLB), Universitas Negeri Malang melakukan observasi di SLB YPAC Malang, untuk mencari tahu seputar permasalahan pengembangan diri dan gerak. Ketika para mahasiwa melakukan observasi, mereka menemukan anak dengan hambatan tunadaksa dan cerebral palsy pada kelas yang berbeda.
Siswa tersebut memakai kursi roda untuk mambantu mobilitasnya sehari hari. Siswa tersebut memiliki kondisi tangan yang tidak sempurna, yang membuatnya mengalami kesulitan untuk menulis waktu pembelajaran berlangsung. Selain itu, siswa juga mengalami hambatan low vision. Karena hal ini pada saat pembelajaran berlangsung, pengajar akan membuat sebuah garis horizontal di buku tulis siswa, menggunakan bolpoin berwarna merah atau biru.
Pihak sekolah menyediakan beberapa program pengembangan diri yang dibuka secara umum, diantaranya ada terapi wicara, terapi okupasi, dan fisioterapi. Berikut adalah program pengembangan diri yang ada di sekolah :
Berbagai program pengembangan diri yang telah diberikan sekolah kepada para siswa dengan habatan fisik motorik diharapkan mampu mengatasi masalah ketika proses pembelajaran yang dilakukan baik di dalam maupun luar kelas. Serta mampu menjadi program unggulan sekolah sehingga ketika siswa sudah lulus siswa mampu hidup dengan mandiri.
Oleh : Adhitya Fitri Ayu, Diah Wulan Purnama Sari, Innayah Diah Ulhaq, Muchamad Rafli
No Comments