Dalam setiap penanganan anak berkebutuhan seringkali ditemui pemberian Pendidikan ataupun penanganan berupa terapi ataupun pemberian layanan yang kurang tepat, ini semua dapat terjadi dikarenakan berbagai hal seperti kurangnya pemahaman pendidik ataupun orangtua terhadap hal tersebut selain itu fasilitas Pendidikan yang kurang memadai dilingkungan sekitar juga mejadi penyebabnya. Permasalahan diatas seringkali ditemui terjadi pada daerah-daerah yang jauh dari pusat kota atau daerah terpencil.
Gambar 1. Peserta Workshop Terapi ABK
Terapi merupakan suatu proses yang memiliki tujaun untuk menyembuhkan penyakit seseorang baik psikis maupun mental yang mana harus dilakukan oleh ahlinya. Terapi sendiri dikenal memiliki tujuan berupa penyembuhan atau pengobatan yang bertujuan untuk membantu seseorang untuk memperoleh kesadaran atas pengalamannya dari waktu ke waktunya.
Untuk membantu memberikan pemahaman yang tepat dalam penanganan anak berkebutuhan khususnya pada salah satu sekolah luar biasa didaerah kabupaten malang yaitu SLB Pelita Qolbu yaitu berupa pengadaan worshop terapi. Dalam pengadaan workshop terapi kami membawakan materi tentang macam-macam terapi yang tepat berdasarkan ketunaan yang dialami anak. Dengan 2 rangkaian kegiatan yang pertama berupa penyampaian materi terapi anak berkebutuhan khusus, khususnya terapi pra akademik. Rangkaian kegiatan yang kedua terdapat penyampaian praktik terapi Applied Behavior Analysis (ABA).
Metode penelitian pengabdian masyarakat ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui catatan lapangan, dokumentasi, dan observasi. Workshop pelatihan terdiri dari 2 rangkaian acara yaitu yang pertama berupa penyampaian materi terapi anak berkebutuhan khusus, khususnya terapi pra akademik. Rangkaian kegiatan yang kedua terdapat penyampaian praktik terapi Applied Behavior Analysis (ABA).
Workshop terapi yang dilaksanakan di SLB Pelita Qolbu Donomulyo Kabupaten Malang pada Jum’at, 28 Juli 2023 dengan narasumber Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd, Ediyanto, M.Pd., Ph.D, Dr. Ranti Novianti, M.Pd dan Muchammad Irvan, M. Pd yang diikuti oleh wali murid dan tenaga pendidik SLB Pelita Qolbu.
Terdapat 2 rangkaian kegiatan dalam kegiatan workshop terapi yaitu,
Dalam rangkaian acara yang pertama dilakukan penyampaian materi seputar terapi-terapi anak berkebutuhan khusus secara umum. Materi yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan yang pertama yaitu pemberian pemahaman tentang apa saja terapi yang dapat diberikan kepada anak berkebutuhan khusus. Pemaparan materi disampaikan menggunakan presentasi melalui power point, dalam pemaparan pemateri juga memberikan penjelasan dibarengi dengan praktek terapi.
2. Praktek Terapi bersama Tenaga Pendidik di SLB Pelita Qolbu

Gambar 2 Praktik Terapi Kepada Guru oleh Dosen PLB FIP UM
Pada rangkaian kegiatan kedua dilakukan praktek terapi Applied Behavior Analysis (ABA) bersama dengan tenaga pendidik di SLB Pelita Qolbu. Praktik terapi yang dilakukan berisikan tentang langkah-langkah penanganan anak berkebutuhan khusus dengan cara terapi Applied Behavior Analysis (ABA) yaitu, (1) penjelasan tentang subjek Applied Behavior Analysis (ABA); (2) penanganan dengan terapi praktik terapi Applied Behavior Analysis (ABA); (3) cara menangani cara membangun join attention dengan anak; (4) cara mengajarkan agar anak dapat berkomunikasi baik dengan lingkungan; (5) media yang dapat digunakan dalam terapi Applied Behavior Analysis (ABA); (6) praktik terapi Applied Behavior Analysis (ABA)
Workshop terapi yang telah dilakukan dengan mengundang wali murid serta tenaga pendidik SLB Pelita Qolbu menghasilkan banyak hal positif, peserta workshop sangat antusias mengikuti workshop terapi ini terbukti pada setiap respon yang diberikan masing-masing peserta.
Pada rangkaian acara pertama peserta workshop yaitu wali murid dan tenaga pendidik tampak menyimak dengan seksama setiap pemaparan dari pemateri. Peserta workshop juga proaktif dalam salah satu sesi dalam rangkaian acara yaitu pada sesi tanya jawab, peserta sangat antusias untuk bertanya seputar terapi dan penanganan anak berkebutuhan khusus diantara pertanyaan yang diajukan oleh peserta yaitu
(1) cara mengajarkan komunikasi pada anak berkebutuhan khusus;
(2) cara membangun fokus anak dalam belajar;
(3) cara membangun rasa percaya diri terhadap orangtua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus.
Rangkaian kegiatan kedua peserta workshop yang terdiri dari tenaga pendidik SLB Pelita Qolbu masih juga nampak antusias. Setelah penyampaian materi berupa praktik terapi Applied Behavior Analysis (ABA) peserta aktif bertanya tentang setiap detail terapi yang sekiranya kurang dipahami selain itu peserta juga diberikan sesi praktik untuk langsung mempraktikkan apa yang telah dicontoh sebagai penunjang pemahaman setiap peserta terhadap materi yang ada.
Peneliti mengucapkan banyak terimakasih kepada Ibu kepala sekolah beserta jajaran tenaga pendidik SLB Pelita Qolbu Donomulyo Kabupaten Malang yang telah membantu dan memberikan tempat serta dukungan terhadap kegiatan yang telah kami laksanakan. Tal lupa pula peneliti ucapkan terimakasih kepada peserta workshop yang sangat antusias dalam menyimak setiap pemaparan materi yang telah diberikan.
No Comments