x

Tradisi Siraman Setelah Sidang: Simbol Sukses dan Harapan Baru bagi Mahasiswa PLB FIP UM

2 minutes reading
Saturday, 13 Jul 2024 16:56 0 898 Lia Anatasya

Sidang skripsi adalah momen puncak bagi setiap mahasiswa yang telah mengarungi perjalanan panjang di dunia perkuliahan. Bagi mahasiswa Pendidikan Luar Biasa (PLB) di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM), terdapat tradisi unik setelah melakukan sidang yakni siraman. Tradisi siraman setelah sidang bukan hanya sekedar ritual biasa. Tradisi ini mengandung makna yang dalam, yakni sebagai simbol kesuksesan, serta harapan baru yang menyertai mereka memasuki babak baru kehidupan.

Tradisi siraman setelah sidang memiliki akar budaya yang kuat, berakar dari nilai-nilai tradisional masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi makna kesucian dan penyucian diri. Siraman, yang dalam bahasa Jawa berarti “mandi,” melambangkan proses membersihkan diri dari segala hal negatif, memberikan kesegaran baru, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan. Tradisi ini sudah berlangsung kurang lebih dari 10 tahun yang lalu sejak berdirinya program studi Pendidikan Luar Biasa di Universitas Negeri Malang.

Bagi mahasiswa PLB FIP UM, tradisi ini menjadi lambang peralihan dari dunia akademis menuju dunia profesional. Setelah melewati ujian sidang yang menegangkan, siraman menjadi momen refleksi sekaligus syukur atas pencapaian yang telah diraih. Air yang digunakan dalam prosesi siraman dipercaya membawa berkah dan energi positif, yang akan membantu mereka dalam menapaki jalan karier sebagai pendidik yang berdedikasi.

Prosesi siraman setelah sidang dilakukan dengan penuh hikmat dan kebersamaan. Para mahasiswa yang telah lulus berkumpul bersama duduk berlutut dan berbaris rapih didepan gedung Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Dengan menggunakan air bunga yang harum, prosesi ini dimulai dengan doa bersama, memohon berkah dan kesuksesan di masa depan baru setelahnya dilakukan siraman oleh para dosen secara bergantian. Jika terdapat orang tua atau wali mahasiswa juga turut bergantian menuangkan air siraman ke kepala dan tubuh mahasiswa yang telah lulus. Tindakan ini melambangkan doa dan harapan dari orang tua untuk anak-anak mereka, agar senantiasa dilindungi dan diberikan kelancaran dalam menapaki karier di bidang pendidikan luar biasa.

Tradisi siraman setelah sidang di kalangan mahasiswa PLB FIP UM bukan sekedar seremoni penutup, tetapi juga sebuah simbol penting dalam perjalanan hidup mereka. Ini adalah momen untuk merayakan kesuksesan, menyucikan diri, dan menyambut harapan baru dengan penuh keyakinan. Tradisi ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pencapaian akademis dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan, serta selalu menghargai setiap langkah dalam perjalanan menuju masa depan yang gemilang.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x