
Bambang Suprapto – Mahasiswa PPG Prajabatan Bimbingan dan Konseling UM
MALANG – Wawasan kebhinekaan global (WKG) adalah pemahaman tentang keragaman manusia di seluruh dunia. Hal ini meliputi kesadaran akan perbedaan agama, budaya, ras, bahasa, gender, dan latar belakang sosial.
Sebagai warga dunia yang semakin terhubung melalui teknologi dan perdagangan global, penting bagi individu untuk memiliki wawasan kebhinekaan global agar dapat berkomunikasi dan bekerja sama secara efektif dengan orang dari latar belakang yang berbeda-beda.
Wawasan kebhinekaan global juga mencakup kemampuan untuk menghargai perbedaan dan menolak diskriminasi dan intoleransi. Melalui pengembangan wawasan kebhinekaan global, individu dapat membangun hubungan antarbudaya yang lebih baik dan memperkuat perdamaian dan stabilitas di seluruh dunia.
Untuk mengembangkan wawasan kebhinekaan global, individu dapat terlibat dalam berbagai kegiatan seperti mengikuti kursus bahasa asing, mempelajari budaya dan sejarah orang lain, berpartisipasi dalam kegiatan sukarela, dan membaca dan menonton konten yang menggambarkan kehidupan orang-orang dari latar belakang yang berbeda serta mengikuti Diklat tentang Wawasan Kebhinekaan Global.
Penting bagi calon guru dan warga Indonesia untuk mengikuti kegiatan wawasan kebhinekaan global karena:
Meningkatkan Pemahaman tentang Keragaman: Dalam mengajar, seorang guru harus memiliki pemahaman yang cukup tentang budaya, agama, dan latar belakang siswanya. Dengan mengikuti kegiatan wawasan kebhinekaan global, guru dapat memperluas pengetahuan mereka tentang keragaman manusia di seluruh dunia.
Membangun Hubungan Antara Budaya: Kegiatan wawasan kebhinekaan global dapat membantu membangun hubungan antarbudaya antara siswa dan guru. Hal ini penting untuk memperkuat perdamaian dan toleransi antar sesama.
Menjadi Lebih Responsif: Dalam lingkungan yang semakin global, guru harus menjadi lebih responsif terhadap siswa dari latar belakang yang berbeda. Dengan memiliki wawasan kebhinekaan global, guru dapat mengidentifikasi dan menangani perbedaan yang muncul di kelas mereka.
Menghadapi Tantangan Global: Wawasan kebhinekaan global juga membantu calon guru dan warga Indonesia untuk menghadapi tantangan global, seperti perdagangan internasional, migrasi, dan kerja sama antarnegara. Dengan memiliki pemahaman yang lebih luas tentang keberagaman, individu dapat bekerja sama dengan orang dari latar belakang yang berbeda dan menyelesaikan masalah global bersama-sama.
Dalam keseluruhan, kegiatan wawasan kebhinekaan global adalah penting bagi calon guru dan warga Indonesia untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang keragaman dan membangun hubungan yang lebih baik antara budaya.
Prodi Pendidikan Profesi Guru Sekolah Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang (UM) telah mengadakan kegiatan wawasan kebhinekaan global untuk calon guru professional mahasiswa PPG Prajabatan gelombang 2 pada 2 minggu lalu (10/4/2023). Acara tersebut salah satunya diikuti oleh Mahasiswa PPG Prajabatan Jurusan Bimbingan dan Konseling. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih luas dan mendalam kepada calon guru Bimbingan dan Konseling dalam hal keberagaman budaya, agama, dan latar belakang sosial dalam konteks global.
Salah satu peserta, Oky Syhab Ramadhan, mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan yang sangat berharga bagi dirinya sebagai calon guru Bimbingan dan Konseling. “Sangat senang, dalam kegiatan WKG, kami diberi pengajaran bahwa pemikiran kami tentang dunia sangatlah luas. Banyak sekali suku, bangsa, ras, dan agama di dunia ini. Sebagai salah satu penduduk dunia kita ditanamkan prinsip tentang toleransi antar sesama sehingga dapat menjadikan perdamaian dunia. Khususnya menjaga keutuhan NKRI dengan menggunakan dasar Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.
Toleransi juga penting dalam membangun perdamaian dan stabilitas di dunia yang semakin terhubung. Dalam lingkungan yang semakin global, orang dari latar belakang yang berbeda sering kali harus bekerja sama dan saling bergantung satu sama lain. Toleransi memungkinkan individu untuk bekerja sama dengan orang lain dari latar belakang yang berbeda, menciptakan kerjasama yang produktif dan menghasilkan pemecahan masalah yang lebih baik.
Dalam wawasan kebhinekaan global, toleransi juga dapat membantu individu dan masyarakat untuk membangun citra positif tentang diri sendiri dan budaya mereka. Melalui toleransi, individu dan masyarakat dapat menghargai keunikan dan keberagaman mereka sendiri serta orang lain, dan menjaga keberlangsungan kebudayaan dan warisan budaya mereka.
Secara keseluruhan, toleransi dalam wawasan kebhinekaan global adalah penting untuk memperkuat persatuan, membangun perdamaian dan stabilitas, serta membangun citra positif tentang diri sendiri dan budaya.
Kegiatan WKG pada Jurusan Bimbingan dan Konseling kelas 001 diisi oleh Dr. Fitri Wahyuni , M.Pd dan Irene Maya Simon , S.Pd, M.Pd dengan metode pemberian materi yang sangat menarik. Metode pemberian materi yang digunakan dalam kegiatan ini, selain metode ceramah dan presentasi yang biasa digunakan dalam diklat, metode pemberian materi yang menarik lainnya adalah dengan menggunakan games edukasi.
“Game sekolahku yang damai.. Game ini menggunakan media papan dan kartu yang berisi ancaman, tantangan dan kekuatan yang ada disekolah. Para pemain secara bergantian mengambil kartu sesuai dengan kode yang didapat.. Kemudian diakhir dilakukan penjumlahan yaitu ancaman dikali tantangan dan dibagi kekuatan. Semakin kecil hasil angka maka sekolah akan semakin damai. Dari game tersebut kita dapat belajar, bahwa untuk mengurangi resiko tantangan dan ancaman yang mungkin terjadi disekolah adalah dengan mengidentifikasi kekuatan yang ada dan melakukan berbagai kegiatan yang positif” ujar Yulanda Praptiwi salah satu peserta Diklat.
Diharapkan dengan adanya metode pemberian materi yang menarik dan inovatif, kegiatan diklat dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi peserta, sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di Indonesia.
No Comments