x

Identifikasi dan Asesmen Anak Tunaganda Di SLB BC Kepanjen

2 minutes reading
Saturday, 13 May 2023 18:26 0 527 Husen Fuat

A21 Kelompok 2 – ACENesia

Malang – Anak  berkebutuhan  khusus  menurut  Heward  (2002)  ialah  anak  yang  memiliki  karakteristik khusus  yang  memiliki  hambatan  pada  pada  mental,  emosi, ataupun  fisik.  Sehingga  dari beberapa karakteristik tersebut dapat menyebabkan anak berkebutuhan khusus  memiliki  hambatan juga baik dalam aspek akademik dan juga pada aspek perkembangan. Penyebab anak menjadi berkebutuhan khusus dapat dikarenakan oleh tiga faktor, yaitu pre-natal, peri-natal, pasca-natal.

Salah satu jenis hambatan pada  anak berkebutuhan khusus ialah tunaganda. Anak  tunaganda merupakan anak yang memiliki hambatan dengan lebih dari satu jenis ketunaan  yang ada.

Menurut  DNIKS  dan  BP3K  dalam  Depdikbud  (2006)  menyatakan  bahwa  pelayanan  pendidikan  yang  diberikan  apabila  berjalan  dengan  baik  dan  maksimal  maka  akan  memungkinkan anak tunaganda untuk dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan potensi  yang dimiliki, sehingga dimaksudkan agar anak tunaganda juga dapat andil dalam kehidupan  bermasyarakat.

Dalam sebuah layanan pendidikan, pastinya setiap sekolah memiliki  sebuah hambatan. Pada layanan pendidikan yang ada terlihat bahwa dalam pemberian layanan kurang memperhatikan karakteristik khusus pada  anak. Anak  dengan  ketunaan  ganda  seharusnya  mendapatkan pelayanan dan perhatian yang lebih.

Didalam buku  yang berjudul Living Otherwise Students with Profound and Multiple Learning Disabilities as  Agents in Educational Contexts dalam chapter Cartographies Of PMLD yaitu anak dengan  PMLD pemahaman dan penggunaan bahasa terbatas, paling banter, memahami perintah dasar  dan membuat permintaan sederhana. Penyortiran dan pencocokan visuo spasial yang paling  dasar  dan  sederhana  dapat  diperoleh,  dan  orang  yang  terkena  mungkin  dapat  dengan  pengawasan dan bimbingan yang tepat untuk mengambil bagian kecil dalam tugas-tugas rumah  tangga dan praktis.  

Oleh sebab itu peran orang tua di rumah menjadi faktor yang sangat penting dalam mengoptimalkan kemampuan anak, baik pada aspek akademik maupun non akademik. Anak akan lebih  sering menghabiskan waktu pada saat di rumah dari pada di sekolah, sehingga ketika di rumah  orang tua kurang memiliki perhatian pada anak.  

Guru dan orang tua memiliki pernanan yang sangat penting untuk menunjang perkembangan pada anak, karena  ntuk itu perlu adanya tindak lanjut yang diberikan oleh guru dengam cara bekerjsama dengan  orang tua untuk mengatasi setiap permasalahan yang ada.

Oleh : Ahmad Fauzan Haridin, Andira Christamti, Mitha Annisa Safitri, Nurul Miftahul Jannah, Salsabila Putri Kusumaningtyas 

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x