x

Mahasiswa PPG UM Kembangkan Grip Control untuk Tingkatkan Kemampuan Motorik Tunagrahita

3 minutes reading
Thursday, 22 Aug 2024 21:23 0 344 Nayla Amalia

Pada dunia pendidikan inklusif, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan belajar yang setara. Namun, bagi anak-anak berkebutuhan khusus, terutama tunagrahita, seringkali terdapat kendala yang menghambat proses pembelajaran mereka. Salah satu kendala yang umum ditemui adalah kesulitan dalam menggenggam, yang dapat menghambat perkembangan motorik halus dan kemampuan menulis.

Menyadari akan pentingnya mengatasi permasalahan ini, sekelompok mahasiswa Program Pascasarjana Pendidikan (PPG) Universitas Negeri Malang (UM) berinisiatif untuk mengembangkan sebuah program pembelajaran inovatif. Program ini bertujuan untuk memberikan intervensi bagi siswa tunagrahita yang mengalami kesulitan menggenggam melalui penggunaan media Grip Control.

Kesulitan menggenggam pada siswa tunagrahita dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan otot, gangguan saraf, atau kondisi medis lainnya. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kemampuan menulis, tetapi juga pada aktivitas sehari-hari yang melibatkan penggunaan tangan, seperti makan, bermain, dan berpakaian. Akibatnya, siswa tunagrahita seringkali merasa kesulitan untuk mengikuti pembelajaran di kelas dan mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Proses pengembangan program ini diawali dengan tahap riset yang mendalam. Tim peneliti melakukan studi literatur untuk menggali informasi mengenai kesulitan menggenggam pada siswa tunagrahita, serta berbagai pendekatan yang telah dilakukan sebelumnya. Selain itu, tim peneliti juga melakukan observasi langsung di sekolah-sekolah inklusif untuk memahami lebih dalam tentang kebutuhan siswa tunagrahita.

Berdasarkan hasil riset, tim peneliti kemudian merancang sebuah alat bantu yang diberi nama Grip Control. Alat ini terbuat dari bahan yang lembut dan fleksibel, sehingga nyaman digunakan oleh siswa. Grip Control dirancang dengan berbagai ukuran dan bentuk untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa. Alat ini berfungsi untuk memberikan dukungan pada tangan siswa saat menggenggam pensil, spidol, atau alat tulis lainnya.

Setelah alat bantu dirancang, tim peneliti melakukan uji coba pada sejumlah siswa tunagrahita. Selama uji coba, siswa diberikan pelatihan untuk menggunakan Grip Control dalam berbagai aktivitas, seperti menulis, menggambar, dan mewarnai. Tim peneliti mengamati perkembangan kemampuan motorik halus siswa setelah menggunakan Grip Control.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa penggunaan Grip Control memberikan dampak positif pada perkembangan kemampuan motorik halus siswa tunagrahita. Siswa menjadi lebih percaya diri dalam menggunakan tangan mereka untuk menulis dan melakukan aktivitas lainnya. Selain itu, penggunaan Grip Control juga membantu siswa untuk lebih fokus pada proses pembelajaran.

Tim peneliti berharap bahwa program pembelajaran ini dapat menjadi solusi bagi para guru dan pendidik dalam menghadapi siswa tunagrahita yang mengalami kesulitan menggenggam. Dengan adanya Grip Control, diharapkan siswa tunagrahita dapat lebih mudah berpartisipasi dalam pembelajaran dan mencapai prestasi yang optimal.

Saat ini, program pembelajaran ini masih dalam tahap pengembangan. Tim peneliti berencana untuk melakukan sosialisasi kepada para guru dan pendidik di sekolah-sekolah inklusif. Selain itu, tim peneliti juga akan terus melakukan penelitian untuk menyempurnakan desain Grip Control dan mengembangkan program pembelajaran yang lebih komprehensif.

Diharapkan, program pembelajaran ini dapat menginspirasi para mahasiswa dan peneliti lainnya untuk terus berinovasi dalam menciptakan solusi bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan demikian, setiap anak dapat memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x