x

Penelitian mengenai Program Pengembangan Keterampilan Pra Membaca Melalui Rapid Automatic Naming (RAN) Bagi Anak Disleksia

2 minutes reading
Monday, 21 Aug 2023 06:53 0 706 Amaliya Syahida Hilyatul Husna

Malang– Kemampuan dasar membaca sangat penting dimiliki oleh setiap anak. Ketika kemampuan tersebut sudah dimiliki, maka secara tidak langsung akan terjadi sebuah rangsangan yang meningkatkan rasa ingin tahu pada diri anak. Danaei et al. (2020) menjelaskan bahwa membaca menjadi sebuah keterampilan dasar dan paling penting untuk dipelajari ketika tahun pertama bersekolah. Apabila terjadi suatu kondisi saat anak usia prasekolah namun belum dapat menguasai keterampilan membaca, kelak anak akan menghadapi berbagai macam kendala ketika mempelajari bidang studi lain pada jenjang berikutnya

Pendapat dari Walda et al. (2022) menyimpulkan bahwa disleksia mempunyai korelasi dengan kekurangan keterampilan fonologis, karena keterampilan tersebut menargetkan kemampuan dalam membaca, mengeja, serta menghubungkan pemrosesan suara ucapan dengan pemrosesan huruf dan kata. Berdasarkan kondisi kesulitan belajar yang dialaminya, anak dengan disleksia memiliki gangguan work memory belajar spesifik yang menyebabkan individu dengan gangguan tersebut mengalami kesulitan dalam mengeja dan membaca, 0leh karena itu perlu sebuah intervensi yang tepat supaya kesulitan dalam belajar tersebut dapat berkurang.

Berangkat dari fenomena tersebut, Dr. Ranti Novianti, M.Pd bersama tim melakukan sebuah penelitian mengenai Program Pengembangan Keterampilan Pra Membaca Melalui Rapid Automatic Naming (RAN) Bagi Anak Disleksia. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi program pengembangan keterampilan pra membaca melalui Rapid Automatic Naming (RAN) dapat menjadi sebuah program intervensi yang bermanfaat bagi anak disleksia untuk mengembangkan keterampilan pra membacanya. Diharapkan hasilnya nanti membuat sebuah pembelajaran membaca menjadi menyenangkan bagi anak-anak.

Penelitian dilakukan pada salah seorang anak sekolah dasar yang terindikasi mengalami kesulitan membaca. Kegiatan penelitian ini dimulai dengan melakukan observasi dan wawancara, mengidentifikasi anak, asesmen anak, dan yang terakhir membuat dan melakukan intervensi. Dalam melakukan intervensi RAN, anak diberi instruksi untuk menyebutkan nama objek, huruf, geometri, angka, dan warna selama 50 detik dengan cepat, namun dilakukan tanpa adaya kesalahan. Selanjutnya dari penelitian ini akan dilakukan perancangan aplikasi yang diharapakan akan membangun intervensi RAN antarmuka yang mudah digunakan.

 

 

Oleh Epafras Karunia Pratama

Amaliya Syahida Hilyatul Husna

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x