Sumber: Pinterest Ketika kalian menyederhanakan atau mengecilkan lingkaran pertemanan, maka pertahankan yang memberimu nilai dalam hidup dan kurangi yang tidak menambah nilai dalam hidup. Sesuatu yang sedikit akan lebih bermakna ketika kekuranganmu dianggap kelebihan.
Media sosial yang masif dalam hidup kita, membuat lingkaran pertemanan menjadi lebih luas bahkan masuk dalam dunia digital. Pertemanan semacam ini tentu harus dilatarbelakangi dengan hubungan yang terjadi di dunia nyata terlebih dahulu karena pertemanan yang terjadi dalam dunia maya hanya bersifat sementara karena kita hanya melihat diri dari konten yang diupload saja. Bahkan konten tersebut dapat dibuat sedemikian rupa untuk membuat orang lain terkesan. Bahkan hal tersebut dapat mengundang tindak kejahatan kita jika tidak berhati-hati.
Meskipun kita telah membatasi pertemanan yang terjadi di dunia maya, namun jika kita memiliki pertemanan yang ada di dunia nyata dan tidak sehat juga akan membuat kita bervibrasi rendah. Banyak generasi muda yang mengalami depresi dan merasa penghargaan dirinya rendah karena dia selalu membenarkan komentar temannya yang menganggap dirinya jelek, tidak pintar, tidak gaul, dan tidak sesuai standar pertemanan yang lain. Teman-teman yang tidak menyadari nilai temannya akan memengaruhi cara seseorang dalam memandang dirinya. Jika temanmu mengatakan kamu memiliki kekurangan, maka kamu akan mulai memikirkannya dan memvalidasi bahwa itu benar. Tentu tidak selalu demikian, cobalah untuk meminta pendapat orang terdekatmu dan mulailah percaya diri. Karena beberapa teman menginginkan kamu berhasil namun tidak lebih tinggi dari mereka.
Sebenarnya teman mengajari kita sesuatu yang berharga dalam hidup. Beberapa bersifat sementara dan sementara lainnya bersifat permanen. Tidak masalah jika kamu tumbuh melampaui orang lain dan melanjutkan hidupmu. Kamu harus selalu fokus pada hidupmu sendiri, mengembangkannya, dan tumbuh sebagai individu yang bermanfaat bagi sekitar.
Semoga membantu !!!!
No Comments