x

Pengembangan Keterampilan Menulis Guru melalui Program Guru Madrasah Menulis 2023

3 minutes reading
Sunday, 26 Nov 2023 12:57 0 768 Sulistyowati

Acara yang diadakan di Hotel Sapphire Sky Hotel & Conference, BSD City, Tangerang, Banten, ini bertujuan mengembangkan keterampilan menulis guru madrasah dan meningkatkan publikasi ilmiah mereka. Program adalah bagian dari Program Guru Madrasah Menulis 2023 yang digerakkan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag). Pada tanggal 31 Oktober hingga 2 November 2023, acara ini digelar bersamaan dengan The 4th International Symposium on Education (ISOE), menunjukkan keselarasan antara kegiatan pemberdayaan guru dan forum internasional.

Sebanyak 887 artikel yang berasal dari guru madrasah di seluruh nusantara dikumpulkan dan diterima oleh Kemenag melalui Program Guru Madrasah Menulis. Dari jumlah tersebut, terpilih 145 artikel yang penulisnya diundang untuk mempresentasikan karya mereka. Para penulis diharapkan untuk menyempurnakan artikel sesuai standar jurnal bersitasi, mencerminkan komitmen terhadap peningkatan kualitas dan aksesibilitas ilmu pengetahuan.

Sesi Diskusi pada Program Guru Madrasah Menulis 2023

Siti Jubaidah peserta dari Malang mengungkapkan “Melalui kegiatan GMM ini saya merasa sangat bersyukur, dapat meningkatkan kompetensi dalam penulisan artikel ilmiah dari berbagai sumber yang luar biasa. Ilmu yang didapatkan bukan hanya dari pembina, tapi banyak sekali yang didapatkan dari teman seperjuangan baik berupa ide, inspirasi, sampai hal teknis. Ke depan saya berharap, event ini tetap berlanjut, dan bisa dinikmati oleh seluruh guru di segala penjuru. Semoga dengan event ini, memberikan dampak yg luar biasa dalam membentuk anak bangsa dalam berpikir ilmiah, dengan jiwa gembira”.

Kegiatan ini melibatkan 14 jurnal Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (LPTK PTKIN), yang juga merupakan penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tema artikel yang diusung oleh para guru madrasah melibatkan berbagai aspek pendidikan, seperti Pendidikan Islam Transformatif, Penggunaan Action Research dalam pembelajaran, Pembelajaran berbasis teknologi dan informasi, Integrasi Keilmuan sebagai Solusi Kemanusiaan dan Keumatan, Moderasi Beragama dalam Menangkal Ekstrimisme di Madrasah, Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Kearifan Lokal, Tantangan Madrasah di era masyarakat esocial 5.0, Optimalisasi pendidikan karakter dalam menyongsong Indonesia emas 2045, Penguatan kompetensi literasi di Madrasah, dan Kesiapan Madrasah dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka.

Menanggapi tantangan tersebut, Anis Masykhur, Kepala Subdit Bina GTK MA/MAK, menginisiasi program induksi keterampilan menulis dengan tujuan publikasi di jurnal bersitasi. “Kami menjamin bahwa tim pengelola jurnal yang mendampingi para guru akan mengulas dan mempublikasikan artikel anda pada edisi Desember 2023 dan Juni 2024,” jelas Anis Masykhur saat menyampaikan laporan tersebut.

Proses Review dan Perbaikan Naskah pada Program Guru Madrasah Menulis 2023

Para guru mengapresiasi kesempatan ini sebagai langkah positif untuk mengembangkan potensi dalam penulisan ilmiah dan memperkenalkan prestasi madrasah di tingkat nasional. Hasil karya ilmiah dari penulis terpilih akan dipublikasikan dalam jurnal yang dikelola oleh Fakultas UIN se-Indonesia, memberikan ruang bagi guru berprestasi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Semua upaya ini diarahkan untuk memastikan bahwa artikel-artikel berkualitas mendapat pembinaan dan dapat dipublikasikan di jurnal berindeks SINTA, mengukuhkan komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Dalam penutupan kegiatan GMM, Anis Masykur menegaskan bahwa konsep kemerdekaan bagi seorang guru berawal dari pembebasan diri sendiri terlebih dahulu, sebelum memberikan wawasan dan kebebasan kepada orang lain. Baginya, esensi sejati dari kurikulum merdeka terletak pada pemahaman dan implementasi nilai-nilai tersebut dalam dunia pendidikan. Terakhir, Anis menyampaikan harapannya, “Tanpa memandang adanya tindak lanjut atau tidak dari program, kita tetap harus menjaga semangat menulis. Terlepas apakah ada dukungan finansial atau tidak, kita harus tetap komitmen untuk terus membaca. Sebagai tenaga pendidik, kita memberikan kontribusi maksimal dengan segenap tenaga untuk ikut serta dalam memajukan negara.”

Sulistyowati

Guru MA Al Hidayah Wajak

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x