Kenapa perlu kuliah? Mungkin itu pertanyaan yang terbesit dipikiran siswa yang baru saja lulus atau menamatkan sekolahnya. Terlebih biaya kuliah tidaklah murah, sehingga menjadi alasan siswa yang enggan melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan karena takut membebani biaya pendidikan pada orang tuanya. Sehingga lebih memilih untuk bekerja membantu finansial keluarganya. Sangat wajar apabila motivasi untuk melanjutkan kuliah sangat rendah. Menurut data Litbang Kompas “Biaya Kuliah Vs Pendapatan Orang Tua” katakanlah menabung 20% dari total pendapatannya selama 18 tahun maka total tabungan seperlima pendapatan orang tua lulusan SMA selama 18 tahun sekitar 72,5 juta vs rata-rata biaya kuliah mahasiswa Angkatan 2022 selama 8 semester sekitar 149,8 juta. Sehingga orang tua hanya bisa membiayai kuliah hanya sampai semester 4. Mari oleh karena itu, mencari cara untuk bisa mendapatkan kesempatan kuliah dengan mendapatkan beasiswa agar dapat meringankan beban orang tua.
Manfaat Kuliah
Dalam proses belajar dibangku kuliah, tentu kita belajar untuk berpikir secara runtut, kritis, dan analitis dalam memandang suatu fenomena. Tidak hanya ketika berada di dalam kelas, tetapi ketika berada di luar kelas kita juga akan dituntut dengan beberapa kenyataan hidup yang mendorong kita untuk survive dan improvisasi. Sehingga skills dan resources yang kita punya akan semakin terasah.
Mendapatkan lingkungan yang memiliki tujuan sama. Rata-rata orang yang ingin melanjutkan kuliaha adalah mereka yang ingin mengubah nasibnya menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Sehingga ketika kita melanjutkan kuliah kita akan mendapatkan lingkungan atau komunitas yang sama.
Ketika menjadi mahasiswa, maka kita memiliki privilege yang lebih besar. Misalnya kita bisa memperluas jejaring pertemanan dengan mengikuti kegiatan pertukaran pelajar, volunteer, organisasi, atau komunitas. Kegiatan tersebut bisa di dalam maupun diluar kampus.
Dalam proses selama kuliah tidaklah mudah. Ada beberapa dari mereka yang merasa cultur shock, ada yang baru saja menempuh semester awal yang ditinggal kedua orang tuanya meninggal, ada pula yang harus rela merantau, dan pastinya hidup mandiri di perantauan. Mereka dituntut untuk bisa memanajemen waktu juga keuangan meraka. Dari situlah proses menemukan jati diri dimulai, mulai mensinkronkan realita dengan ekspektasi mereka. Sehingga tanpa disadari, dari situlah mental dan jati diri terbentuk.
Sebagai referensi kalian bisa mengunjungi channel Najwa Shihab tentang Kenapa Perlu Kuliah ala Maudy, Amanda, & Andhika.
Adhika Sudirman “Pendidikan itu kesempatan mengubah hidup, investasi sekaligus asuransi, dan mengangkat derajat keluarga”
Maudy Ayunda “Learning and growth (belajar tentang hidup dan bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik), community (manusia-manusia yang kita temui adalah mereka yang akan mengubah hidup kita), and signalling (kuliah itu signal untuk cerita setiap proses di dalam kuliah)”
Rachel Amanda “Memperluas cara berpikir atau sudut pandang, meningkatkan kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab, serta memperluas koneksi dalam dunia profesional”
No Comments