Belakangan ini, banyak sekali sumber-sumber yang menjadi acuan kita untuk belajar memperbaiki dan mengembangkan diri. Mulai dari belajar mengelola keuangan, cara belajar A-Z, cara mengendalikan overthinking, sampai cara menjaga kesehatan mental. Melalui internet kita bisa menjadikannya sebagai sumber belajar dengan mudah. Tentu dengan catatan, kita mampu memilih informasi yang layak kita percaya. Ketika kita mulai belajar untuk memperbaiki diri berdasarkan aspek-aspek tertentu, pastilah tujuannya adalah ingin menjalani hari-hari dengan produktif. Kendati demikian, setiap pembelajaran dalam pengembangan diri terpisah satu sama lain. Padahal pengembangan diri adalah sebuah proses yang utuh gabungan dari perbaikan diri dari berbagai sisi yang kita jalani.
Sama halnya saat kita membahas tentang produktivitas dan sibuk. Kita sering menyamakan makna sibuk dan produktivitas yang sebenarnya belum tentu berhubungan. Kita bisa saja seharian merasa sibuk dan sangat melelahkan tetapi di saat yang bersamaan kita tak memperoleh apa-apa. Berbeda ketika menjadi produktif, dimana tidak hanya tentang seberapa banyak kita bekerja tetapi juga menemukan keselarasan dalam pikiran dan tubuh kita sendiri.
“Ketika menjadi produktif, dimana tidak hanya tentang seberapa banyak kita bekerja tetapi juga menemukan keselarasan dalam pikiran dan tubuh kita sendiri”
Namun, produktif juga tidak selalu melulu dengan seberapa banyak hasil yang telah kita selesaikan dalam sehari, tetapi tentang progres baik yang kita lakukan untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Misalnya kalian adalah seorang freelance di dunia kreatif katakanlah sebagai Search Engine Optimazation (SEO), dimana kalian dituntut untuk meng-otimazation blog klien dengan 1.500 kata. Maka hari pertama kalian bisa mulai mengetik 500 kata, hari kedua dengan 500 kata, dan hari ketiga dengan 500 kata. Sehingga di hari keempat finalisasi dan hal tersebut sangat ringan jika kita lakukan dengan baik. Waktu bisa kita gunakan dengan baik dan dengan hasil yang optimal.
Waktu yang kalian miliki dalam sehari bisa dipergunakan untuk tujuan dan kepentingan lainnya tanpa meninggalkan tujuan lainnya. Meski dalam sehari tidak serta merta selesai, tapi sisa waktu bisa digunakan untuk beribadah, istirahat, bekerja, berinteraksi dengan orang lain, atau melakukan tanggung jawab lainnya. Perlu disadari karena perkembangan dunia yang serba cepat, budaya sibuk atau hustle culture akan sangat mempengaruhi kita secara tidak langsung. Sehingga mari kita atur tujuan dan kepentingan kita untuk mencapai produktivitas itu. Selamat mencoba !!!!
No Comments