Teruntuk engkau, Puan
Kita bersua di seberang jalan.
Terbungkus sepi dan kabut kelam.
Binar matamu kian tajam.
Hati penuh sayatan.
Matamu, merah
Merekah dan siap untuk marah
Tak seimbang dengan ragamu
Melamah menopang keluh kesah
Puan, kini hamba telah hancur
Duka tak terselimur
Harap yang kita ansur.
Luntur tak teratur.
Malang, Desember 2022
No Comments