x

Memahami Perbedaan Antara SINTA dan Scopus

3 minutes reading
Wednesday, 3 Apr 2024 22:10 0 1222 Irene Mega Mellyana

Dalam dunia akademik, pengakuan terhadap publikasi ilmiah sangat penting. Untuk membantu memfasilitasi pengakuan ini, berbagai platform pencarian akademik telah dikembangkan. Dua platform yang sangat penting dalam hal ini adalah SINTA (Science and Technology Index) dan Scopus. Meskipun keduanya bertujuan untuk menyediakan informasi tentang publikasi ilmiah, mereka memiliki perbedaan yang signifikan.

 

Apa itu SINTA?
SINTA merupakan sebuah portal yang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) Indonesia. Portal ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang penelitian dan publikasi ilmiah yang dilakukan oleh para peneliti di Indonesia. SINTA menyediakan indeks peneliti, indeks lembaga, dan indeks publikasi yang mencakup berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Apa itu Scopus?
Scopus, di sisi lain, adalah basis data abstrak dan sitasi yang mencakup literatur ilmiah dari berbagai disiplin ilmu. Scopus dikelola oleh Elsevier, sebuah perusahaan penerbitan ilmiah terkemuka, dan mencakup ribuan jurnal ilmiah, konferensi, dan buku dari seluruh dunia. Scopus menyediakan informasi tentang karya ilmiah, termasuk abstrak, kutipan, dan indeks sitasi, yang memungkinkan para peneliti untuk melacak dan mengevaluasi dampak penelitian mereka.

 

Perbedaan Utama antara SINTA dan Scopus
Lingkup: Salah satu perbedaan utama antara SINTA dan Scopus adalah lingkupnya. SINTA fokus pada penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Indonesia, sementara Scopus mencakup literatur ilmiah dari seluruh dunia. Dengan demikian, Scopus menawarkan akses yang lebih luas ke penelitian ilmiah dari berbagai disiplin dan negara.

 

Kriteria Inklusi: SINTA memiliki kriteria inklusi yang lebih spesifik daripada Scopus. Untuk masuk ke dalam indeks SINTA, publikasi harus memenuhi syarat tertentu, termasuk dipublikasikan dalam jurnal yang terindeks oleh SINTA dan memiliki kualifikasi penulis tertentu. Di sisi lain, Scopus menggunakan kriteria inklusi yang lebih luas, dan publikasi dapat dimasukkan berdasarkan standar yang ditetapkan oleh tim editorial Scopus.

Penggunaan dan Pengakuan: Di Indonesia, SINTA sering kali menjadi acuan utama untuk penilaian kinerja peneliti dan lembaga penelitian. Publikasi yang terindeks di SINTA memiliki nilai yang tinggi dalam penilaian kinerja akademik dan mungkin diperhitungkan dalam proses promosi dan peningkatan pangkat. Di sisi lain, Scopus memiliki reputasi global dan sering diakui sebagai standar emas dalam hal pengukuran dampak penelitian. Publikasi yang terindeks di Scopus sering dianggap memiliki kualitas yang tinggi dan dapat meningkatkan visibilitas dan reputasi peneliti di tingkat internasional.

Aksesibilitas: SINTA secara eksklusif dapat diakses oleh masyarakat Indonesia, sementara Scopus tersedia secara global. Meskipun Scopus biasanya memerlukan langganan berbayar untuk mengakses semua fitur, tetapi beberapa institusi pendidikan dan penelitian menyediakan akses gratis atau terbatas ke basis data Scopus.

 

Meskipun SINTA dan Scopus bertujuan untuk menyediakan informasi tentang publikasi ilmiah, keduanya memiliki perbedaan signifikan dalam hal lingkup, kriteria inklusi, penggunaan dan pengakuan, serta aksesibilitas. Pemahaman tentang perbedaan antara keduanya penting bagi para peneliti dan lembaga penelitian untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia dengan efektif dan memaksimalkan dampak penelitian mereka.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x