Foto: Sesi Foto Bersama Kegiatan Pelatihan Batik Ciprat (Sumber: Dokumentasi Kegiatan)
Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO. Batik pada setiap daerah memiliki ciri khas dan corak masing-masing. Ragam corak batik memiliki arti dan makna secara filosofis. Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Malang yang terdiri dari Ahmad Hadi Wianto, Ajeng Leksana Mulia, Arina Salsabiela, Erfa Dinda Amalia, Firly Imaniar, Sartika Rahmawati melaksanakan kegiatan “Pelatihan Batik Ciprat bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus di SLB Yayasan Putra Pancasila” dilaksanakan selama 3 hari pada 29-31 Mei 2023.
Pelaksaan batik ciprat pertama kali di lakukan di SLB Yayasan Putra Pancasila. Acara pelatihan batik ciprat diawali dengan sambutan kepala sekolah, ”Acara batik ciprat diharapkan dapat berkelanjutan untuk peserta didik berkebutuhan khusus” Ujar Beliau.
Tahap pertama dari proses pelatihan batik ciprat adalah persiapan alat dan bahan yang melibatkan peserta didik, misalnya pada proses pemasangan gawangan dan persiapan lidi yang digunakan untuk alat ciprat. Pemasangan gawangan dilakukan oleh peserta didik dibantu oleh pelatih dan guru agar peserta didik mampu untuk mempersiapkan alat dan melaksanakan kegiatan dari tahap persiapakan hingga akhir secara mandiri.
Setelah persiapan alat dan bahan selesai dilakukan, instruktur mendemonstrasikan cara memasang kain pada gawangan. Peserta kemudian langsung mempraktikkan cara memasang kain tersebut. Tahapan selanjutnya adalah proses membatik ciprat menggunakan lidi, kuas, dan canting. Variasi alat yang digunakan ini bertujuan untuk membentuk cipratan yang bervariasi dari segi ukuran dan bentuk. Instruktur mendemonstrasikan terlebih dulu cara membatik menggunakan satu persatu alat yang kemudian langsung dipraktikkan secara bergantian oleh peserta dengan pendampingan dari instruktui. Jika pada kain yang pertama, instruktur mencontohkan kemudian peserta mengikuti, pada kain kedua peserta membatik ciprat secara mandiri tanpa dicontohkan oleh instruktur lagi. Alat yang digunakan tetap menggunakan variasi 3 alat yaitu lidi, kuas, dan canting. Pelaksanaan batik ciprat dilakukan selama 3 hari hingga pengemasan. Acara pelatihan batik ciprat ditutup dengan sesi foto bersama dengan menampilkan hasil karya peserta didik.
No Comments